Feeds:
Posts
Comments

Belakangan ini produk susu kambing sering mencuat, terutama oleh para produsen herbal. Mulanya saya biasa saja, hingga suatu ketika teman suami menawarkan membelikan permen susu kambing yang biasa dikonsumsi anaknya. Well, anaknya sebaya anak saya, dan menurut penuturan teman suami saya, permen susu kambing terbukti ampuh meningkatkan nafsu makan anaknya. Awalnya saya menanggapi kurang serius karena Salman (anak saya -red) nafsu makannya alhamdulillah baik. Namun, belakangan anak saya sulit makan karena sedang masanya tumbuh gigi kali ya sehingga saya memutuskan untuk menerima tawaran teman suami untuk dibelikan permen susu kambing tadi.

Belakangan niat untuk membelikan anak bertambah menjadi ” gimana ya kalau ikut jadi resellernya? ”  , hitung – hitung untuk pengalaman berbisnis plus memperkenalkan susu kambing yang ternyata sangat banyak manfaatnya ( saya tahu manfaatnya dari searching ). Susu kambing ternyata merupakan jenis bahan makanan yang nutrisinya paling lengkap. Hal ini seperti yang diulas oleh Journal of American Medicine (salah satu jurnal populer yang sering jadi acuan saya saat studi dulu). Terkadang sebagian orang menganggap bahwa karena ia alergi terhadap susu sapi, maka ia pun enggan mencoba susu kambing karena takut diare. Eits, anggapan ini ternyata salah kaprah. Sebab, susu kambing ternyata justru menjadi alternatif bagi siapa saja yang mengalami gejala lactose intolerance terhadap susu sapi. Selain itu, lemak yang terkandung dalam susu kambing memiliki molekul yang lebih kecil daripada lemak dalam susu sapi sehingga mudah dicerna serta lemak yang terkandung dalam susu kambing tidak setinggi dalam susu sapi.

Hmm… itulah sekilas tentang susu kambing… baru separuh mood untuk menulis,berharap lain kali bisa mengulas kembali tentang susu kambing ya ^^

 

Tanah Baru, 30 April 2013

~ menjelang subuh ~

Advertisements

Salman, anak saya yang pertama alhamdulillah sudah menginjak 15 bulan…kecerdasannya pun bertambah. Niat untuk memulai usaha yag dulunya sempat ditahan – tahan pun kian meledak (lebay.com 😛 ). Sewaktu Salman berusia 9 bulan sebenarnya saya sempat mulai jualan herbal dan mainan edukatif sedikit – sedikit… tapi mungkin karena belum terlalu ON dan mungkin tidak terlalu passion, jadinya ya cuma usaha kecil – kecilan…dibiarkan mengalir begitu saja hingga akhirnya surut 🙂 . Tapi alhamdulillah duit modal bersama teman masih bisa balik.

Anyway, sebenarnya sejak lulus kuliah saya ingin sekali bisa membuka konsultasi gizi online dan ingin punya usaha di bidang makanan sehat, resto sehat,, dan yang berbau pola hidup sehat intinya. Selain bisa diterapkan untuk keluarga, ingin juga share ilmu serta jadi salah satu media provokator untuk memulai hidup sehat. Nah, konsultasi gizi online yang saya impikan itu sebenarnya sudah saya buat blognya dari zaman dulu,.hanya saja kurang maintenance ( semoga kelak bisa konsisten mengembangkan ini), dan kalau untuk usaha makanan sehat baru akan dimulai. Karena usaha ini inginnya saya kelola secara serius, maka dalam memulainya pun saya banyak – banyak baca referensi, pengalaman – pengalaman berbisnis, serta yang terpenting adalah seputar halal haram sebuah usaha.

Malam ini niatnya ingin memulai membuat blog untuk usaha yang akan saya mulai. Sudah satu setengah jam saya di depan laptop, tapi jangankan blognya jadi… saya mandeg hanya demi sebuah nama blog…. hehehe. Jangan salah… sebuah nama dan brand produk itu menentukan keberhasilan nantinya (baca : keuntungan) juga lho… belum percaya ? simak link referensi saya di bawah ini !

http://pengusahamuslim.com/10-tips-memberi-nama-bisnis-rumahan-anda

hmm… lumayan dapat pencerahan…ada beberapa alternatif nama yang mulai terpikirkan 🙂

semoga bermanfaat bagi yang ingin memulai usaha…

From fresh mompreneur,,

Pukul 22.03 WIB

Tanah Baru, 22 April 2013 

Sejak jadi ibu muda yang kemudian sempat bekerja kantoran selama beberapa bulan, aktivitas berbelanja yang sifatnya untuk diri sendiri jadi terlewatkan. Apa – apa yang didahulukan adalah kebutuhan si kecil, hingga terkadang kebutuhan sendiri terlupakan. Permasalahannya bukan melulu soal duit ya, tapi masalah waktu, tenaga, dan yang jelas malas repot !. Sebagai contoh, saya pernah benar – benar butuh yang namanya sepatu kerja. Namun, si kecil baru saja pulih dari sakit sehingga untuk menyempatkan diri ke mal atau pertokoan untuk sekedar beli sepatu, kok rasanya ribet dan kasihan si kecil, mengingat lokasi favorit saya untuk beli sepatu letaknya jauh, belum lagi masalah waktu yang hanya bisa santai berbelanja di akhir pekan padahal akhir pekan adalah waktunya istirahat.

Solusi permasalahan belanja for me my self ini biasanya saya eksekusi dengan belanja online saja. Apalagi saya hobi berlama – lama di depan laptop jika anak sudah tidur, sehingga saya punya waktu untuk berselancar di dunia shopping ala dunia maya dan membandingkan banyak online shop. Beberapa kali saya juga telah mencoba berbelanja online untuk keperluan si kecil dan saya sendiri. Biasanya, saya yang sebagai calon konsumen ini butuh tanya – tanya seputar produk yang akan saya beli (karena nggak mau dong kalau udah terlanjur beli tapi produk tidak seperti yang diharapkan). Namun, saya sering kurang puas dengan beberapa online shop dalam hal customer service-nya. Seringkali saya hubungi untuk tanya detail produk ini itu tapi CSnya kurang responsif dengan pertanyaan saya malah terkadang tidak dibalas. Selain itu, waktu yang disediakan untuk pelayanan konsumen mentok di sore hari, padahal saya hampir selalu online di waktu – waktu malam. Kalaupun harus besoknya, saya urung berkutat dengan online shop karena tidak sempat di depan laptop karena harus bekerja dan kemudian mengurus si kecil sepulang dari kantor.

Ternyata permasalahan di atas bukanlah hal yang akan kita alami sebagai calon konsumen jika kita berbelanja online di Laku.com. Beberapa waktu lalu saya sempat mencari jam tangan anak untuk hadiah. Saat itu waktu telah menunjukkan pukul 23.00 dan saya ingin menanyakan seputar stok model jam tangan anak yang terpasang di situs belanja online yang terkenal murah tersebut. Saya beruntung sekali karena ada fitur direct chat ke CSnya, dan wow…cuma dalam hitungan detik pertanyaan saya langsung dijawab padahal saat itu waktu menunjukkan pukul 23.00 mendekati tengah malam bukan. Saya yang terhitung baru familiar dengan Laku.com jadi salut, ternyata ada online shop yang ramah konsumen 24 jam. Mau bukti? Silakan kunjungi Laku.com ya Bunda – Bunda…dan nikmati ramahnya berbelanja online, belanja ala masa kini 🙂

Laku.com ramah berbelanja online 24 jam lho…

Chat saya dengan customer care  mendekati waktu tengah malam

 

Seiring perjalanan pertumbuhan dan perkembangan si kecil, kebutuhan nutrisinya pun semakin bertambah. Terkadang sebagai seorang ibu sekaligus koki untuk si kecil, jenuh juga menyusun menu si kecil yang itu – itu saja. Alasannya terkadang klasik : “pengen yang praktis!”
Berhubung jagoanku usianya menginjak 9 bulan, komposisi makanan diharuskan lebih kompleks mendekati makanan orang dewasa. Tujuannya sebenarnya satu yaitu memenuhi kebutuhan kalori dan mineral si kecil agar pertumbuhannya dapat optimal. Menu favorit jagoanku adalah sop . Entah itu sop udang, sop tahu, atau sop ceker (otomatis dengan isi sayuran ya), jagoan cilik ini nggak pernah bosan. Namun, akhir – akhir ini yang masak yang jenuh.. apalagi kalau sudah mulai berkutat dengan kesibukan di pagi hari dimana si kecil juga pengennya ngikutt kemana saja. Alhasil, tuntutan akan kepraktisan makanannya di pagi hari semakin mendesak dan unsur nutrisi yang baik juga harus tetap diperhatikan. Jadi, mau menu praktis apa besok? Coba dua alternatif resep berikut.
*Mashed Potato ala Bunda (namanya dikarang sendiri :))

Bahan:
1 buah kentang, dikupas, direbus, dilunakkan
100 gram wortel dipotong dadu kecil
50 gram daging sapi cincang
daun bawang iris tipis
1 sendok takar susu formula bubuk larutkan dengan 1 cangkir air
25 gram keju cheddar parutan
1 sdm minyak zaitun
2 siung bawang putih digeprek
Cara membuat:
1. Panaskan 1 sdm minyak zaitun, tumis bawang putih hingga harum
2. Masukkan irisan wortel dan daging cincang, tumis sebentar, tambahkan sedikit air, masukkan irisan daun bawang, masak sebentar
3. Tambahkan susu, aduk rata
4. Angkat dan siram diatas kentang yang telah dihaluskan
5. Sajikan dengan parutan keju
Untuk: 2 porsi
Catatanku : resep ini merupakan resep alternatif untuk meningkatkan asupan kalsium si kecil di masa pertumbuhan
*Pai Apel Dip
Bahan dip:
2 buah apel manis, kupas lalu potong-potong
1/2 buah pepaya matang ukuran sedang, kupas lalu potong-potong
Air secukupnyaBahan cocolan:
untuk cocolan bisa beragam jenis makanan, usahakan yang gampang dipegang, dan cukup lunak. Seperti:
biskuit bayi
wortel, apel, pir, kentang, labu kuning, labu siam: kupas, potong memanjang seukuran jari, kukus hingga lunak.Cara Membuat:
1. Rebus apel dengan sedikit air (kira2 200ml) hingga empuk. Tiriskan apel, sisihkan sisa airnya.
2. Haluskan apel bersama pepaya hingga seperti selai, Jika masih agak kental encerkan dengan air rebusan apel
3. Sajikan bersama cocolan
Catatan : Resep MPASI ini dapat menemaninya belajar makan sendiri dan latihan motorik halus.
Masih bingung dengan resep menarik lainnya untuk si kecil? ayo searching sendiri lagi ya Moms !
Referensi Resep:
Mashed Potato ala Bunda : modifikasi resep sendiri 🙂

Tulisan ini berangkat dari pengalaman pribadi serta dari pengamatan yang dilakukan secara cohort (:D) . Sebelum ber-bla bla bla tentang pengalaman pribadi dan yang dapat saya amati seputar ASI eksklusif, ada baiknya mengenali terlebih dahulu definisi ASI eksklusif. Definisi WHO (2006) menyebutkan bahwa ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi selama 6 bulan tanpa pemberian cairan atau makanan lain terkecuali sirup yang berisi obat maupun vitamin. Sedangkan, menurut Depkes (2003), ASI eksklusif merupakan pemberian asi saja kepada bayi tanpa penambahan lain mulai dari lahir hingga 6 bulan kecuali pemberian obat dan vitamin.

Mengapa ASI eksklusif itu penting?

manfaat yang diperoleh dari pemberian ASI eksklusif sangat banyak. Manfaat tersebut antara lain ASI merupakan makanan yang sempurna baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya, ASI meningkatkan daya tahan tubuh bayi, ASI eksklusif dapat meningkatkan kecerdasan, ASI eksklusif dapat mempererat hubungan ibu-anak, ASI eksklusif mencegah kematian bayi karena diare (dikarenakan usus bayi siap menerima selain ASI (MP-ASI) dari segi enzim pencernaan, kapasitas pencernaan, serta metabolismenya di usia 6 bulan).

 

Mengapa ASI eksklusif tidak mudah?

Fenomena yang sering terjadi di kalangan para ibu adalah anak sebelum 6 bulan diberi makanan selain ASI, sebagai contoh air tajin, bubur susu, serta buah. Hal ini dapat terjadi dengan berbagai alasan, diantaranya karena mengikuti paradigma orangtua (sang nenek), adanya anggapan bahwa anak sering rewel karena ingin makan, minimnya informasi seputar ASI eksklusif, serta adanya pengaruh iklan susu formula yang dewasa ini semakin marak.

Tips untuk para Ibu yang ingin ASI eksklusif :

1. Niat yang kuat untuk menjalankan ASI eksklusif..pikir berulang kali jika ingin menambahkan selain ASI

2. ikut komunitas yang pro-ASI eksklusif, banyak sharing dengan para Ibu yang pro akan membuat Anda semakin yakin bahwa ASI adalah yang terbaik untuk si kecil , paling tidak hingga 6 bulan usianya.

3. niat saja tidak cukup. Asupan makan si Ibu juga harus OKE secara kualitas dan kuantitas untuk menunjang produksi ASI yang adekuat

4. minta dukungan orang terdekat dalam menjalankan ASI eksklusif

5. rajin membaca mengenai ASI eksklusif, minta saran petugas kesehatan yang pro-ASI eksklusif.

well, demikian pengalaman tentang menjalani ASI eksklusif,, buat para New Mom , semangat ya Bunda… ASI eksklusifnya 🙂

dipinjam dari ecofuture.netJika Anda melihat badge “My Blog Fights Climate Change” di blog ini, jangan bertanya – tanya kenapa. Karena jawabannya, karena saya concern dengan lingkungan. Nahhh,.. pernyataan terakhir saya ini lah yang mau jadi bahasan untuk postingan kali ini, karena belakangan baru sadar… jadi malu, masih pantaskah badge  tadi terpampang di blog ini.

Let’s check it out dengan kebiasaan saya sehari – hari di bawah ini .

1.  Plastik. Plastik. Plastik. Pemakaian plastik oleh saya masih sangat sering, lebih sering daripada waktu zamannya ngekos sendiri. Zamannya masih mahasiswa kemana – mana “nenteng” tas kain untuk belanja. Alasannya agar tidak pakai plastik kalau dari warung atau swalayan. Sekarang? tidak belum dipraktekkan lagi, karena saya butuh plastik untuk buang sampah 😦

2. Pospak, kapas bola untuk bayi, tissue (basah dan biasa). Semua masih saya gunakan secara intensifff !!! (gimana mau ngajarin anak untuk Go Green ?!*^% kalau perlengkapan bayinya saja masih boros produk disposable )  😦 😦

3. food wrap niatnya dipakai untuk menjaga kehigienisan makanan. Tapi, ujung – ujungnya plastik lagii (beli tudung saji,,Bu!) 😦 😦 😦

4. Tidak rajin menyiram tanaman depan kontrakan 😦 😦 😦 😦

5. Kurang hemat air dan listrik !! 😦 😦 😦 😦 😦

Itulah sekilas aksi saya yang kurang peduli lingkungan. Semoga kedepannya dapat diperbaiki bersama anak cucu kelak… amiin

Depok, 1 Maret 2012

packagingnews.co.uk

Sampah organik masih menjadi permasalahan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurut Ketua Yayasan Pusat Pembinaan Riset Sampah Indonesia (Perisai),60-75% sampah di Jakarta adalah sampah organik.  Berbagai usaha dilakukan untuk menanggulangi sampah organik, salah satunya adalah daur ulang sampah menjadi kompos yang dinilai kurang efektif. Cara yang dinilai terbaik untuk menanggulangi problem sampah adalah mengurangi sumber sampah. Sampah berupa sayur dan buah dapat ditekan jumlahnya dengan memperpanjang masa simpan sayur dan buah tersebut.

Negara Inggris baru – baru ini telah memulai usaha mengurangi jumlah sampah sayur dan buah dengan memanfaatkan lempung sebagai plester kemasan buah dan sayur. Upaya ini dipelopori oleh toko ritel Marks & Spencer(M&S). Teknologi kemasan dengan plester lempung ternyata mampu memperpanjang masa simpan stroberi hingga dua hari lebih lama dari biasanya. Hal ini menekan sampah stroberi hingga 4% atau 40 ribu pak (800 ribu stroberi).
Kunci dari teknologi kemasan yang dapat memperpanjang masa simpan sayur dan buah ini adalah lempung dan beberapa mineral lain yang dapat menekan aktivitas hormon ethylene . Ethylene selama ini dikenal sebagai hormon yang berperan dalam pematangan dan munculnya jamur pada buah. Sehingga, dengan dihambatnya aktivitas hormon tersebut, pembusukan pada buah dapat diperlambat. Dengan adanya teknologi kemasan yang demikian, penjual dan konsumen sama – sama memperoleh keuntungan ; penjual dapat mengurangi jumlah sampah, sedangkan konsumen tidak perlu segera menghabiskan sayur atau buah yang dibeli.
Penelitian – penelitian mengenai teknologi kemasan banyak dilakukan pula di Indonesia, seperti kemasan makanan yang ditambahkan kunyit. Namun, kunyit ini hanya bersifat menghambat mikroba yang pro-pembusukan, sehingga dapat disimpulkan penelitian di Indonesia masih sebatas penelitian yang fokus menghambat agen pembusukan yang berasal dari luar. Adapun penelitian – penelitian yang fokus pada bagaimana menghambat faktor pembusukan dari dalam bahan makanan itu sendiri belum banyak dilakukan. Padahal penelitian – penelitian semacam ini penting mengingat buah atau sayur memakan waktu lama ketika harus didistribusikan antar pulau.
*Resensi dari artikel Kemasan Pintar untuk Tekan Sampah Buah oleh Bintang Krisanti (Media Indonesia edisi Selasa, 10 Januari 2012)