Feeds:
Posts
Comments

dipinjam dari ecofuture.netJika Anda melihat badge “My Blog Fights Climate Change” di blog ini, jangan bertanya – tanya kenapa. Karena jawabannya, karena saya concern dengan lingkungan. Nahhh,.. pernyataan terakhir saya ini lah yang mau jadi bahasan untuk postingan kali ini, karena belakangan baru sadar… jadi malu, masih pantaskah badge  tadi terpampang di blog ini.

Let’s check it out dengan kebiasaan saya sehari – hari di bawah ini .

1.  Plastik. Plastik. Plastik. Pemakaian plastik oleh saya masih sangat sering, lebih sering daripada waktu zamannya ngekos sendiri. Zamannya masih mahasiswa kemana – mana “nenteng” tas kain untuk belanja. Alasannya agar tidak pakai plastik kalau dari warung atau swalayan. Sekarang? tidak belum dipraktekkan lagi, karena saya butuh plastik untuk buang sampah :(

2. Pospak, kapas bola untuk bayi, tissue (basah dan biasa). Semua masih saya gunakan secara intensifff !!! (gimana mau ngajarin anak untuk Go Green ?!*^% kalau perlengkapan bayinya saja masih boros produk disposable )   :( :(

3. food wrap niatnya dipakai untuk menjaga kehigienisan makanan. Tapi, ujung – ujungnya plastik lagii (beli tudung saji,,Bu!) :( :( :(

4. Tidak rajin menyiram tanaman depan kontrakan :( :( :( :(

5. Kurang hemat air dan listrik !! :( :( :( :( :(

Itulah sekilas aksi saya yang kurang peduli lingkungan. Semoga kedepannya dapat diperbaiki bersama anak cucu kelak… amiin

Depok, 1 Maret 2012

packagingnews.co.uk

Sampah organik masih menjadi permasalahan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurut Ketua Yayasan Pusat Pembinaan Riset Sampah Indonesia (Perisai),60-75% sampah di Jakarta adalah sampah organik.  Berbagai usaha dilakukan untuk menanggulangi sampah organik, salah satunya adalah daur ulang sampah menjadi kompos yang dinilai kurang efektif. Cara yang dinilai terbaik untuk menanggulangi problem sampah adalah mengurangi sumber sampah. Sampah berupa sayur dan buah dapat ditekan jumlahnya dengan memperpanjang masa simpan sayur dan buah tersebut.

Negara Inggris baru – baru ini telah memulai usaha mengurangi jumlah sampah sayur dan buah dengan memanfaatkan lempung sebagai plester kemasan buah dan sayur. Upaya ini dipelopori oleh toko ritel Marks & Spencer(M&S). Teknologi kemasan dengan plester lempung ternyata mampu memperpanjang masa simpan stroberi hingga dua hari lebih lama dari biasanya. Hal ini menekan sampah stroberi hingga 4% atau 40 ribu pak (800 ribu stroberi).
Kunci dari teknologi kemasan yang dapat memperpanjang masa simpan sayur dan buah ini adalah lempung dan beberapa mineral lain yang dapat menekan aktivitas hormon ethylene . Ethylene selama ini dikenal sebagai hormon yang berperan dalam pematangan dan munculnya jamur pada buah. Sehingga, dengan dihambatnya aktivitas hormon tersebut, pembusukan pada buah dapat diperlambat. Dengan adanya teknologi kemasan yang demikian, penjual dan konsumen sama – sama memperoleh keuntungan ; penjual dapat mengurangi jumlah sampah, sedangkan konsumen tidak perlu segera menghabiskan sayur atau buah yang dibeli.
Penelitian – penelitian mengenai teknologi kemasan banyak dilakukan pula di Indonesia, seperti kemasan makanan yang ditambahkan kunyit. Namun, kunyit ini hanya bersifat menghambat mikroba yang pro-pembusukan, sehingga dapat disimpulkan penelitian di Indonesia masih sebatas penelitian yang fokus menghambat agen pembusukan yang berasal dari luar. Adapun penelitian – penelitian yang fokus pada bagaimana menghambat faktor pembusukan dari dalam bahan makanan itu sendiri belum banyak dilakukan. Padahal penelitian – penelitian semacam ini penting mengingat buah atau sayur memakan waktu lama ketika harus didistribusikan antar pulau.
*Resensi dari artikel Kemasan Pintar untuk Tekan Sampah Buah oleh Bintang Krisanti (Media Indonesia edisi Selasa, 10 Januari 2012)

Status nutrisi yang baik diperlukan penderita kanker dalam menjalankan terapi pengobatan. Namun, fenomena yang terjadi adalah justru prevalensi malnutrisi yang tinggi pada penderita kanker.
Penyakit – penyakit kronis termasuk di dalamnya kanker, biasa menyebabkan kondisi malnutrisi dan cachexia pada penderitanya. Kondisi malnutrisi ini yang justru akan berbalik menyebabkan penurunan kualitas hidup penderita kanker dan menyebabkan kondisi tubuh si penderita tidak mampu menjalani terapi yang diberikan.

Malnutrisi merupakan kondisi tubuh yang mengalami penurunan berat badan lebih dari 10% dan atau berat badan kurang dari 80% berat badan ideal yang terjadi dalam kurun waktu 3 bulan. Sedangkan cachexia merupakan kondisi malnutrisi dimana termasuk didalamnya adanya penurunan nafsu makan (anorexia), penurunan berat badan, hingga adanya depresi yang kemudian mengakibatkan kondisi psikologis yang negatif dan gangguan metabolisme zat gizi dalam tubuh. Prevalensi malnutrisi yang paling parah di antara beberapa jenis kanker adalah pada jenis kanker pankreas dan lambung yang angkanya mencapai lebih dari 80%.

Penyebab malnutrisi pada penderita kanker dapat terbagi menjadi dua kategori yaitu asupan makanan penderita yang berkurang dan adanya malabsorbsi, serta adanya gangguan metabolisme tubuh penderita. Berkurangnya asupan makanan pada penderita kanker dapat diakibatkan oleh adanya efek tumor baik langsung maupun tak langsung, efek samping terapi yang diberikan, hingga akibat adanya kegagalan fungsi organ tubuh penderita terutama ditemui pada penderita kanker stadium lanjut. Adapun gangguan metabolisme dalam tubuh penderita berhubungan dengan sitokin. Sitokin merupakan kelompok glikoprotein larut air dan low molecular weigh peptides (kalau di-Indonesia kan panjaaang :D ) yang memegang peranan dalam fungsi dalam memenej interaksi antar sel, fungsi sel, serta jaringan. Pada penderita kanker, sitokin ini yang mengganggu sinyal eferen dalam mengatur satiety (perasaan lapar) melalui saraf pusat ke saluran gastrointestinal sehingga muncul cachexia. Penjelasan mengapa bisa demikian dapat dijelaskan melalui mekanisme molekuler yang lumayan kompleks.

Faktor lain yang juga mempengaruhi malnutrisi pada penderita kanker adalah adanya defisiensi mikronutrien dan gangguan elektrolit tubuh. Banyak mikronutrien seperti yang kita ketahui berpengaruh pada sistem imun, berperan sebagai antioksidan, dan sebagainya yang ada kaitannya dalam memicu , menghambat, atau justru memperparah kondisi penderita kanker sehingga menyebabkan malnutrisi. Sedangkan gangguan elektrolit tubuh sperti hiperfosfatemia, hiperkalemia, maupun hipercalcemia erat hubungannya dengan mekanisme molekuler Tumor Lysis Syndrome (TLS).

Apa pengaruh malnutrisi terhadap penderita kanker?
Malnutrisi dan cachexia akan memperparah kondisi penderita sebab malnutrisi akan menurunkan fungsi organ serta sistem tubuh penderita. Hal ini akan berpengaruh pada morbiditas dan mortalitas penderita kanker dalam perjalanan penyakitnya.

Bagaimana menilai status nutrisi pasien kanker?
Penialaian status nutrisi penderita kanker dapat dilakukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik & antropometri, serta ditunjang dengan pemeriksaan laboratorium.

Bilamana penderita / pasien kanker harus diberikan terapi nutrisi?
Pasien kanker perlu diterapi nutrisi apabila mengindikasikan dua dari tiga kriteria dari kriteria berikut.

  • apabila terjadi penurunan berat badan >10% dalam kurun waktu tiga bulan
  • kadar transferin serum penderita <150 mg/dl
  • kadar albumin serum penderita <3.4 g/dl

Terapi nutrisi diberikan pada pasien dalam tiga tipe tergantung dari masalah nutrisi yang ditemukan pada pasien. Diet oral diberikan pada pasien yang tidak ada keluhan sulit menelan dan asupannya masih adekuat. Jenis nutrisi enteral diberikan pada pasien dengan keluhan sulit menelan, asupannya kurang adekuat, tetapi fungsi organ pencernaan dan absorbsi ususnya masih baik. Nutrisi enteral diberikan melalui selang (nasogastric tube) yang dipasang melalui hidung menuju lambung. Tipe terakhir adalah nutrisi parenteral , yang diberikan pada pasien kanker dengan adanya kesulitan menelan, gangguan fungsi pencernaan, serta jika ada gangguan absorbsi. Nutrisi parenteral diberikan melalui intravena dan nutrisi yang diberikan merupakan sumber nutrisi esensial.

Terapi nutrisi ini juga melihat dari kebutuhan makronutrien dan mikronutrien pasien kanker. Kebutuhan makronutrien setiap individu berbeda – beda. Namun, dapat dihitung dengan mempertimbangkan tujuan terapi nutrisi serta faktor yang menyertai seperti status nutrisi, jenis tumor, dsb. Adapun kebutuhan mikronutrien perlu untuk dihitung sebab asupan vitamin, mineral dan trace elemen berkaitan erat dengan penyakit kanker tertentu.

*Tulisan ini adalah ringkasan dari tulisan berjudul Terapi Nutrisi pada Pasien Kanker

Lihat juga ringkasan ini disini

 

diambil dari www.patient.co.uk

Jikalau kita mau me-list masalah – masalah pada kehamilan dan masa menyusui, pastilah sangat banyak. Nah, tinggal bagaiman kita sebanyak – banyaknya mencari info untuk diterapkan guna mencegah, atau jika memang telah terjadi yaa bagaimana kita mencoba menangani. Salah satu masalah yang kerap muncul pada masa menyusui adalah peradangan payudara atau bahasa keren medisnya Mastitis. Karena pengetahuan saya lumayan minim mengenai mastitis, saya sempat sedikit panik ketika mastitis tidak kunjung sembuh dan mengira masalah yang saya alami bukan mastitis biasa (*halah), kepikiran hingga apa iyaa ini kanker payudara. Saat itu yang saya rasakan antara lain badan rasanya meriang, lelah luar biasa hingga merasa ndak kuat gendong si kecil, nyeri, demam, serta beberapa tanda fisik yang mirip dengan gejala kanker payudara. Bukannya tidak berdasar loh sampai saya kepikiran kanker. Sebab, ada beberapa kemiripan symptoms antara mastitis dan kanker payudara. Berikut penjelasannya, hasil searching – searching saya di dunia maya.

Mastitis merupakan peradangan payudara yang ditandai oleh keras dan bengkaknya payudara, serta memerahnya warna kulit di sekitar payudara. Tanda ini diikuti rasa panas dan nyeri, serta biasanya diikuti demam. Gejala lain yang muncul adalah flu like symtomps seperti demam lebih dari 38 derajat celcius, menggigil atau meriang, dan kelelahan yang luar biasa. Berdasarkan penyebabnya, mastitis dapat dikategorikan menjadi infektif dan non-infektif. Mastitis infektif penyebabnya adalah bakteri yang masuk melalui mulut atau hidung bayi ketika sedang menyusu, sedangkan mastitis non-infektif terjadi akibat posisi menyusui yang salah atau saluran air susu yang tersumbat. Penanganan mastitis oleh dokter biasanya akan diberikan antibiotik,. sedangkan penanganan oleh si ibu dapat dilakukan pengompresan payudara dan istirahat cukup. Pencegahan mastitis bisa dilakukan dengan makan makanan seimbang dan istirahat cukup agar tubuh tidak rentan infeksi. Perincian ringkasan saya tentang mastitis ini bisa dibaca disini.

Lalu, apa yang disebut Kanker Payudara?
Kanker merupakan kondisi dimana sel tumbuh secara abnormal. Gejalanya antara lain adanya benjolan (tidak terasa nyeri ketika ditekan), kulit payudara memerah kemudian menjadi coklat dan seperti kulit jeruk, puting susu masuk ke dalam, kulit sekitar payudara terasa panas terbakar, nyeri yang hilang timbul (jika tumor semakin membesar), keluar cairan lain atau darah selain air susu. Penyebab kanker tidak bisa disebutkan secara pasti, sebab kanker merupakan pertumbuhan sel yang abnormal. Penyebabnya hanya bisa diterka atau ditelusuri dengan faktor risiko seseorang bisa mengidap kanker. Faktor – faktor risiko tersebut bisa berasal dari pola makan yang tidak sehat, gaya hidup yang tidak sehat (misal stres,kurang olahraga,dsb), genetik atau ada riwayat keluarga yang mengidap kanker, paparan radiasi, hingga faktor sistem pertahanan tubuh yang kurang baik. Bicara tentang kanker, banyak sekali yang seharusnya dibahas dan tidak akan ada habisnya karena penelitian terus berkembang, dan jenis kanker itu sendiri sangat banyak.
Nah, menindaklanjuti judul postingan kali ini… jadi, apa hubungannya mastitis dengan kanker payudara?
Mastitis yang dibiarkan semakin kronis dapat menjadi mastitis karsinoma yang frekuensinya jarang terjadi tapi bisa terjadi. Dan karena tanda – tanda fisiknya terkadang mirip (sebab pada mastitis, ada bagian payudara yang keras dan biasa disalahpersepsikan sebagai benjolan), maka diagnosis mastitis dan kanker perlu benar – benar dipastikan dengan melakukan pemeriksaan secara teliti (bukan begitu pak,bu dokter?).

Persoalan penyakit jangan sampai disepelekan… entah itu hanya mastitis ataukah se-level kanker. Pun mastitis, bisa jadi sangat berbahaya pula. Sebab, menurut dokter dari rumah sakit yang saya datangi pada saat pemeriksaan mastitis atau bukan, menyebutkan jika mastitis dibiarkan … air susu yang “mandeg” di salurannya akan mengeras sebab ASI kan mengandung kalsium. Nah, disinilah bahayanya jika kalsium mengeras maka akan menyebabkan adanya batu kalsium yang jelas – jelas harus diangkat. Jadi, mulailah aware dari sekarang, Moms !! (nasehat untuk diri sendiri :D )

Referensi :

Mastitis Laktasi diambil dari www.bayisehat.com
Mastitis (Breastfeeding) diambil dari www.nhs.uk
Kanker Payudara diambil dari www.kankerpayudara.org

nutrisi

diambil dari healthybeautytips.com

Banyak hal yang mesti diatur, diubah, dan direncanakan ulang oleh seorang ibu pasca melahirkan. Dulu, ga kebayang kalau jadi ibu seribet ini (hehehe,,)… ngertinya ya cuma ngurus anak emang capek…tapi setelah dijalani baru terasa capeknya seperti ini toh. Kalau masa – masa hamil adalah masa – masa zaman kemalasan , maka setelah jadi ibu terasa sekali timpangnya, tuntutannya… sekali malas..wah,kacau semua…diri sendiri ga terurus apalagi si kecil. Salah satu hal yang harus dimenej adalah nutrisi sang ibu. Kalau dulu, sewaktu hamil ngikut aja gimana moodnya, kalau sekarang jadi ibu menyusui (bagi yang menyusui, terutama Asi Eksklusif) mood atau ga mood harus makan…sebab tenaga akan benar – benar terasa terkuras saat menyusui. Nutrisi pada ibu menyusui harus diperhatikan. Sebab ibu menyusui merupakan salah satu kelompok rentan gizi. Terkait nutrisi ibu menyusui ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu

  • Jika nutrisi ibu kurang, maka produksi ASI juga akan berkurang
  • jika konsumsi ibu tidak mencukupi, maka ASI tetap mengambil sebanyak yang diperlukan oleh si bayi, sehingga bisa saja jaringan ibunya yang dikorbankan (maka konsumsi zat – zat gizi utama dan mineral harus cukup)
  • perhatikan pantangan seperti banyak yang dianjurkan oleh orangtua zaman dahulu (semisal tidak boleh makan makanan gorengan, tidak boleh makan daging, dsb), apakah baik bagi kondisi ibu dan produksi ASInya atau justru menghambat lancarnya ASI
  • ibu menyusui memerlukan tambahan sekitar 800 kalori dan tambahan 25 gram protein dari kebutuhan kalori pada saat tidak menyusui
  • konsumsi makanan yang mengandung tinggi kalsium “wajib” ditingkatkan dan sangat perlu dibantu dengan suplemen kalsium. Hal ini berfungsi untuk mencegah osteoporosis dan gangguan pada tulang dan gigi. Sebab, jika cadangan kalsium ibu habis, maka kalsium akan diambil dari cadangan di tulang…akibatnya tulang cepat mengalami pengeroposan.

Adapun contoh menu sehari untuk ibu menyusui adalah sebagai berikut (diambil dari buku “Perawatan Si Kecil dan Bunda Pasca Melahirkan” dengan penambahan keterangan).
Makan Pagi
Nasi 100gr (1 centong)
Pecel sayuran 100 gr (1 gelas belimbing)
Semur daging 30 gr (1 potong sedang)
Tempe goreng / bacem 50 gr (2 potong sedang)

Selingan Pagi
Sup kacang merah segar dicampur ayam dan wortel (25 gr kacang merah mentah, ayam 15 gr, wortel 50 gr)

Makan Siang
Nasi 200gr (2 centong)
pepes ikan 75gr (1 ekor sedang)
daun singkong 25gr (1/4 gelas belimbing)
ayam panggang kalasan 50gr (1 potong sedang)
tahu bacem 50gr (1 potong sedang)
sayur bening katuk + oyong 150gr (1 1/2 gls belimbing)
Buah sesuai musimnya

Selingan Sore
Rujak buah 150gr
sari kacang ijo

Makan Malam
Nasi 200gr (2 centong)
Sate ati ayam 50 gr (1 potong sedang ati ayam)
Daging ayam 25 gr (1/2 potong sedang daging ayam)
Tempe bumbu mangut 50gr (2 potong sedang)
cah aneka sayuran 100gr (1 gls belimbing)
Buah (sesuai musimnya)

Selingan Malam
Susu 1 gelas (200 cc)

InsyaAllah bersambung di postingan mendatang :)

Referensi :

Putri Hamasah. Perawatan Si Kecil dan Bunda Pasca Melahirkan. 2010. Bandung : Leaf Production

Sediaoetama, A.D. Ilmu Gizi untuk Mahasiswa & Profesi Jilid 1. 2008. Jakarta : Dian Rakyat

Tanggal 3 Januari ini si dede genap 2 bulan. Perkembangannya lumayan pesat, sudah ngoceh sana sini plus berat badannya bertambah alhamdulillah jadi 5,1 kg yang sebelumnya 4,5kg. Ibu yang tanggap, peka terhadap perkembangan bayinya,, kadang suka was – was si dede sudah sesuai belum yaa perkembangannya..jadi saya kembali searching – searching lagi seputar perkembangan bayi usia 2 bulan. Kebetulan sewaktu hamil dapat buku Kesehatan Ibu dan Anak yang dikeluarkan oleh Depkes. Isinya lumayan lengkap seputar ibu hamil, nifas, serta seputar bayi dan balita. Setelah saya baca, untuk perkembangan bayi yang spesifik di usia 2 bulan tidak ada. Namun, perkembangannya masuk di usia 1-3bulan. Intinya, bayi usia 1 bulan mampu mengeluarkan suara “o…o…”, mampu menatap ibunya, dapat tersenyum, serta mampu menggerakkan kaki dan tangannya. Sedangkan di usia 3 bulannya, bayi selain tersenyum dapat juga tertawa, bayi mampu mengangkat kepala pada saat tengkurap, menggerakkan kepalanya, merespon senyuman ketika diajak tersenyum dan bicara, serta mengoceh spontan.

Dari penjelasan buku tersebut, si dede sudah bisa semua alhamdulillah… MasyaAllah nak..cepat pintar yaaa… Dan sebagai orangtuanya, perlu pula merangsang perkembangan bayinya di usia 0-3 bulan ini dengan cara sering memeluk dan menimang dengan kasih sayang, menggantung benda cerah dan bergerak yang bisa dilihat si bayi (kalau dede mah, apa aja yang digantung diperhatikan dengan serius dan seksama walaupun warnanya suram..hohoho), mengajak bayi tersenyum dan bicara (tanya dan jawab sendiri ya Bu…^^), dan memperdengarkan suara – suara pada bayi (bagusnya suara orang mengaji atau murottal).

Referensi :

Buku Kesehatan Ibu dan Anak terbitan Depkes RI 2011

 

Kurang lebih tiga malam ini mata saya terlihat sayu, kurang tidur. Hal ini disebabkan karena kacaunya ritme tidur si kecil yang dini harinya rewel ga karuan. Dikasih susu masih nangis, digendong-gendong.. diamnya cuma bertahan hitungan menit… Ya sudahlah, kalau kehabisan akal gini langsung kontak/sms ibu, tanya ini itu penyebab anak nangis. Beberapa penyebab yang menurut ibu bisa jadi penyebab si kecil nangis adalah

1. Kurang ASI-nya . Alasan pertama ini saya skip karena si kecil terlihat puas saat selesai minum dan tertidur.. Masalahnya tidurnya cuma sebentar terus nangis lagi

2. BAK / BAB. Alasan kedua ini juga saya skip karena setiap si kecil nangis, hal ini hal terpenting kedua yang saya cek setelah berusaha meminumkan ASI

3. Salah posisi menyusui. Alasan ini dianggap ibu saya sebagai alasan paling relevan, mengingat saya baru “belajar” jadi ibu, nekat menggendong tapi di awal – awal paska persalinan, teknik menggendongnya masih salah kaprah…hehe

4. Belum dipijat. Orang zaman dulu, zaman – zaman nenek saya dan ibu saya baru jadi ibu muda, percaya bahwa anak baru lahir butuh dipijat supaya tidurnya lebih pulas, membenahi posisi yang kurang benar (kurang tahu juga maksudnya posisi yang bagaimana),dll. Yang jelas, saya kok horor kalau si adek dipijat orang, mengingat umurnya yang belum ada sebulan. Tapi, saya punya tuh buku yang ada penjelasan mengenai manfaat pijat bayi beserta tekniknya. Alhasil, buru-buru deh dibaca.

Secara tidak terduga, saya justru mendapatkan penyebab utama si kecil menangis malah dari buku tadi. kalau dilihat dari gejalanya, si dedek sedang kolik. Apa itu kolik?

Definisi kolik adalah kondisi bayi yang menangis terus – menerus, biasanya dialami oleh bayi yang berusia 2 minggu sampai 4 bulan dikarenakan adanya rasa sakit perut atau kembung. Gejala kolik diantaranya adalah bayi menangis terus – menerus tetapi penyebabnya tidak diketahui (popok basah, haus, dsb.) dan susah didiamkan, kaki diangkat-angkat ketika menangis, perut agak kaku ketika diraba, kulit menjadi kemerahan ketika menangis.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Inti dari bagaimana mengatasi kolik pada bayi adalah membuat si bayi nyaman, bisa dengan mengatasi sumber utamanya yaitu perut kembungnya atau meminimalisir rasa kembung yang dialami bayi, diantaranya

1. menggendong dan mengayun-ayunkan bayi

2. memijat perut bayi dengan perlahan. Memijat perut bayi yang kolik ada tekniknya, yaitu

- sentuh dengan lembut perut bayi mulai dari perut bagian kanan mengarah ke perut bagian kiri bawah. Lakukan secara teratur dan berulang , kemudian lihat respon bayi

- tekuk lutut bayi dengan memegang pergelangan kakinya secara bergantian. Gerakan ini mirip gerakan mengayuh sepeda. Lakukan secara perlahan dan berulang

- setelah menekuk lutut bayi secara bergantian, gerakan selanjutnya adalah menekuk kedua lutut bersamaan ke arah perut bayi. Gerakan ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit akibat tekanan angin yang masuk ke perut

- Gerakan selanjutnya disebut gerakan I LOVE YOU. Gerakan dimulai dengan memijat dari perut kiri atas ke arah perut kanan bawah. Kemudian gerakan tangan membentuk huruf L terbalik dari perut kanan atas bayi menuju kiri bawah. Kemudian gerakan dilanjutkan dengan membentuk huruf U terbalik diawali dari perut kanan bawah ke kiri atas dan kiri bawah.

3. memandikan bayi dengan air hangat

4. membungkus bayi agar tubuhnya hangat

5. membantu bayi agar bersendawa yaitu dengan digendong posisi berdiri

Semoga tipsnya bisa berlaku untuk si kecilku…,,

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.